SITUBONDO — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Tanjung Kamal, Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo, kembali membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah padam. Warga mengikuti jalan sehat menyusuri tiga dusun dengan wajah penuh optimisme, meski pada akhirnya sebagian peserta harus bernegosiasi dengan kekuatan kaki sendiri.
Kegiatan yang dimulai dari Kantor Desa Tanjung Kamal tersebut awalnya berjalan penuh semangat. Peserta bergerak menuju Dusun Tanjung Banon, kemudian melanjutkan perjalanan ke Dusun Tanjung Pasir hingga Dusun Tanjung Sari Timur.
Namun, setelah beberapa meter perjalanan, mulai terlihat fenomena unik. Sebagian peserta yang awalnya berangkat dengan slogan "sehat bersama" mulai mengubah strategi menjadi "selamat sampai finis bersama".
Ada yang tetap melangkah dengan gagah, ada pula yang mulai melirik sepeda motor lewat dengan tatapan penuh harapan. Bagi mereka, boncengan bukan tanda menyerah, melainkan inovasi transportasi dalam menjaga stamina demi perjuangan mendapatkan hadiah doorprize.
"Yang penting tetap ikut jalan sehat, masalah jalannya bisa dikreasikan," mungkin begitu kira-kira filosofi sebagian peserta.
Di tengah perjuangan tersebut, Kepala Dusun Tanjung Sari Timur, Rahwini, tetap menunjukkan jiwa pejuang. Meski kondisi badan sedang kurang fit, ia tetap hadir mengikuti jalan santai. Entah karena semangat 45 yang membara, atau karena ada suara hati yang berkata, "Tidak enak kalau tidak ikut."
Sementara itu, Jak Far, Kepala Dusun Tanjung Sari Barat, terlihat menjalankan misi penting. Ia sibuk membawa air kemasan gelas. Bukan sedang membuka usaha minuman dadakan, tetapi diduga sedang mempersiapkan pasukan agar tidak tumbang di tengah medan perjuangan.
Berbeda dengan Edi, pak RT yang tampak memiliki strategi sendiri. Ia terlihat sibuk mencari peluang boncengan. Mungkin bukan karena malas berjalan, tetapi karena perut yang mulai menunjukkan tanda-tanda butuh perhatian khusus. Apakah berhasil mendapat tumpangan atau tetap berjalan kaki, hanya sejarah yang akan mencatat.
Sahut tampil sebagai penyemangat lapangan. Dengan senyum manisnya, ia sibuk menyapa warga. Senyum tersebut diduga memiliki efek seperti baterai tambahan bagi peserta yang mulai kehabisan energi.
Sedangkan Sadili, Kepala Dusun Tanjung Pasir, tampil paling mencuri perhatian. Dengan kaca mata hitamnya, ia mengatur rute peserta bak komandan lapangan. Gaya gagahnya bahkan membuat warga bercanda, penampilannya mampu menyaingi kegagahan kepala desa.
Kepala Desa Tanjung Kamal, Drs. Haji Maulana Ashar, saat melepas peserta menyampaikan pesan sederhana namun bermakna.
"Bentuk cinta kita," ujarnya.
Pada akhirnya, jalan sehat HUT ke-81 RI Tanjung Kamal bukan hanya tentang olahraga. Ini adalah cerita tentang kebersamaan, tawa, perjuangan, dan kreativitas warga menghadapi rute panjang.
Sebab dalam kehidupan desa, terkadang yang paling penting bukan siapa yang paling cepat sampai finis, tetapi siapa yang paling banyak membawa cerita pulang.
Dan di Tanjung Kamal, semangat 45 masih berkobar. Hanya saja, kali ini musuhnya bukan penjajah, melainkan kaki pegal, panas matahari, dan godaan boncengan sepeda motor.
0Komentar