TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

Anggaran Hotmix Rp270 Juta untuk Jalan 158 Meter di Situbondo Dinilai Tak Proporsional, Kualitas Pekerjaan Disorot

Ukuran huruf
Print 0
SITUBONDO | Gks Basra — Proyek pemeliharaan berkala jalan berupa pengaspalan hotmix jenis Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) di Kabupaten Situbondo kembali menjadi sorotan publik. Pekerjaan dengan panjang sekitar 158 meter tersebut diketahui menelan anggaran Rp270.894.445,29 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan ini berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman (DPUPP) Kabupaten Situbondo, Bidang Bina Marga, dengan lokasi pekerjaan pada ruas PB. Sudirman – WR. Supratman (R.4202). Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV. Mashur Jaya.

Namun, nilai anggaran yang mencapai hampir Rp270 juta untuk pekerjaan sepanjang 158 meter dinilai tidak sebanding dengan volume pekerjaan di lapangan. Panjang jalan yang relatif pendek memunculkan pertanyaan terkait kewajaran perencanaan dan efisiensi penggunaan anggaran daerah.
Tak hanya soal besaran anggaran, mutu hasil pekerjaan juga menjadi perhatian serius. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa lapisan hotmix pada ruas jalan tersebut sempat mengalami pengelupasan dalam waktu singkat setelah pengerjaan, sehingga harus dilakukan rehabilitasi ulang.

Dalam standar teknis pekerjaan jalan, pengelupasan dini pada lapisan AC-WC merupakan indikator kegagalan mutu, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kualitas material yang tidak memenuhi spesifikasi, ketebalan lapisan yang tidak sesuai standar, hingga proses pemadatan yang tidak optimal.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pekerjaan berpotensi tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, meskipun menggunakan anggaran yang relatif besar. Padahal, lapisan AC-WC berfungsi sebagai lapisan aus yang seharusnya memiliki daya tahan terhadap beban lalu lintas dan perubahan cuaca.

Dengan anggaran signifikan namun hasil pekerjaan harus diperbaiki kembali, proyek pengaspalan hotmix tersebut dinilai layak untuk dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan teknis, pengawasan, hingga penggunaan anggaran. Evaluasi diperlukan guna memastikan akuntabilitas keuangan daerah serta mencegah potensi kerugian negara dalam pelaksanaan proyek infrastruktur ke depan.

Anggaran Hotmix Rp270 Juta untuk Jalan 158 Meter di Situbondo Dinilai Tak Proporsional, Kualitas Pekerjaan Disorot
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin