Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari asesmen lapangan untuk memastikan kondisi riil yang dihadapi Surais sehari-hari. Tim YDSF melihat langsung lingkungan tempat tinggalnya yang berada di kawasan perbukitan, jauh dari pusat permukiman dan berbagai fasilitas dasar yang dibutuhkan seorang lansia.
Berdasarkan hasil asesmen itu, perwakilan YDSF menyampaikan bahwa yayasan siap memfasilitasi Surais untuk tinggal di Griya Lansia di Malang. Menurut mereka, fasilitas tersebut dapat memberikan lingkungan yang lebih aman, nyaman, serta memungkinkan Surais memperoleh pendampingan dan perhatian secara berkelanjutan dibandingkan harus menjalani masa tuanya seorang diri di lokasi yang relatif terpencil.
Meski demikian, YDSF menegaskan bahwa proses tersebut tidak dapat dilakukan secara sepihak. Keputusan akhir tetap harus melalui persetujuan keluarga sebagai bagian dari penghormatan terhadap hak-hak keluarga dan mekanisme pendampingan sosial yang berlaku.
Sementara itu, Surais belum memberikan jawaban atas tawaran tersebut. Ia mengaku membutuhkan waktu selama dua hari untuk mempertimbangkan berbagai hal sebelum menentukan keputusan yang menurutnya akan berpengaruh terhadap sisa perjalanan hidupnya.
Bagi YDSF, langkah ini bukan sekadar memindahkan tempat tinggal, melainkan memastikan seorang lansia dapat menjalani masa tuanya dengan rasa aman, memperoleh pendampingan yang memadai, serta menikmati kehidupan yang lebih layak dan bermartabat. Kini, keputusan berada di tangan Surais dan keluarganya, sementara harapan akan masa depan yang lebih baik mulai terbuka di hadapannya.
0Komentar