TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

Final Piala Dunia 2026 Satukan Warga Sletreng, Aspirasi Lapangan Curah Saleh Menggema

Ukuran huruf
Print 0
SITUBONDO – Gemuruh final Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan euforia sepak bola dunia, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan dan penyampaian aspirasi pembangunan bagi masyarakat Desa Sletreng, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

Ratusan warga berkumpul dalam kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 bersama anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Dina Lorenza, menciptakan suasana penuh keakraban antara masyarakat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan.

Di balik kemeriahan menyaksikan laga puncak turnamen sepak bola paling bergengsi dunia tersebut, muncul harapan besar dari masyarakat Desa Sletreng agar fasilitas olahraga, khususnya lapangan sepak bola Dusun Curah Saleh, mendapatkan perhatian dan pengembangan yang lebih baik.

Kegiatan nobar yang berlangsung meriah tersebut bukan sekadar hiburan. Acara tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah komunikasi antara masyarakat desa dengan pihak yang memiliki akses memperjuangkan aspirasi pembangunan.
Kepala Desa Sletreng, Taufik Hidayat, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mampu menghadirkan kebersamaan masyarakat. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial dan menciptakan semangat positif di tengah masyarakat.

“Olahraga bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga bagaimana menciptakan kebersamaan dan membangun karakter masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa memperkuat silaturahmi sekaligus menyampaikan harapan untuk kemajuan desa,” ujarnya.

Taufik menegaskan bahwa Desa Sletreng memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga masyarakat. Salah satu potensi tersebut adalah lapangan sepak bola di Dusun Curah Saleh yang dinilai memiliki area cukup luas dan dapat dikembangkan menjadi fasilitas olahraga yang lebih representatif.

“Lapangan sepak bola di Dusun Curah Saleh memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kami berharap ada dukungan dan perhatian agar fasilitas tersebut bisa lebih layak digunakan masyarakat, terutama generasi muda,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga bukan hanya berkaitan dengan infrastruktur, melainkan investasi sosial bagi masa depan generasi muda.

Dengan tersedianya sarana olahraga yang baik, anak-anak muda desa dapat memiliki ruang positif untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kedisiplinan, serta membangun jiwa sportivitas.

“Dari lapangan olahraga bisa lahir generasi yang sehat, disiplin, dan memiliki semangat berprestasi. Karena itu, fasilitas olahraga harus menjadi bagian dari perhatian pembangunan desa,” tambah Taufik.

Aspirasi tersebut mendapat respons dari Arya, tim ahli Dina Lorenza yang hadir dalam kegiatan nobar. Ia menyampaikan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan menjadi perhatian dan akan disampaikan kepada Dina Lorenza sebagai wakil rakyat.
“Kami akan menyampaikan aspirasi Kepala Desa Sletreng terkait pengembangan lapangan sepak bola Dusun Curah Saleh kepada Ibu Dina Lorenza. Aspirasi masyarakat merupakan bagian penting yang harus diperhatikan dalam proses pembangunan,” kata Arya.

Ia menambahkan, pembangunan fasilitas publik membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Menurutnya, fasilitas olahraga memiliki manfaat luas karena tidak hanya menjadi tempat beraktivitas fisik, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat.

“Lapangan olahraga dapat menjadi pusat kegiatan positif masyarakat. Selain untuk olahraga, juga menjadi tempat mempererat persaudaraan dan membangun kebersamaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Nobar, Misyono, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan konsep kebersamaan agar masyarakat dapat menikmati pertandingan dalam suasana kekeluargaan.
Menurutnya, antusiasme warga menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi salah satu kekuatan yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

“Kami ingin final Piala Dunia ini menjadi momen yang berkesan bagi masyarakat. Tidak hanya menonton pertandingan, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.

Selain menyaksikan pertandingan, panitia juga menghadirkan berbagai hiburan dan kuis interaktif dengan hadiah menarik bagi warga yang berhasil menjawab pertanyaan.

Suasana semakin semarak ketika warga turut menampilkan hiburan musik. Sorakan, tawa, dan kebersamaan masyarakat menjadi gambaran bahwa olahraga mampu menghadirkan kegembiraan sekaligus memperkuat ikatan sosial.
Lebih dari sekadar acara nobar, final Piala Dunia 2026 di Desa Sletreng menjadi simbol bahwa kegiatan masyarakat dapat menjadi pintu masuk untuk menyampaikan gagasan pembangunan.

Harapan terhadap pengembangan lapangan sepak bola Dusun Curah Saleh menjadi salah satu aspirasi penting agar desa memiliki fasilitas olahraga yang mampu mendukung pembinaan generasi muda.

Masyarakat Desa Sletreng berharap komunikasi dan sinergi yang telah terbangun dapat berlanjut sehingga potensi desa, khususnya di bidang olahraga, dapat berkembang secara maksimal.

Final Piala Dunia 2026 pun meninggalkan cerita yang lebih luas. Bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan di lapangan hijau, tetapi tentang bagaimana sepak bola mampu menghadirkan persatuan, membuka ruang dialog, dan menyalakan harapan pembangunan dari desa.
Final Piala Dunia 2026 Satukan Warga Sletreng, Aspirasi Lapangan Curah Saleh Menggema
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin