TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

“Ketika Kehendak Menentukan Arah: Membaca Ulang Makna Jin, Setan, dan Iblis”

Ukuran huruf
Print 0
Dalam khazanah teologi Islam, jin, setan, dan Iblis bukan sekadar entitas gaib, melainkan lanskap makna yang merekam drama eksistensi: tentang ketaatan, kesombongan, dan pilihan yang menentukan arah keabadian.

Jin diciptakan dari api unsur yang lincah, tak kasatmata, namun penuh energi. Dari sanalah lahir makhluk berkehendak, yang tidak dibelenggu dalam satu garis takdir moral. Di antara mereka, ada yang bercahaya oleh iman, dan ada yang redup dalam pembangkangan.

Lalu muncul Iblis bukan sekadar sosok, tetapi simbol kejatuhan yang paling tragis. Ia tidak jatuh karena ketidaktahuan, melainkan karena kesadaran yang dilumuri kesombongan. Dalam satu penolakan, ia mengubah ketaatan panjang menjadi pengingkaran yang abadi.
Adapun setan bukanlah makhluk, melainkan kondisi jiwa: ketika kehendak memilih menjauh, ketika kebenaran ditukar dengan tipu daya, dan ketika cahaya sengaja ditinggalkan demi bayang-bayang.

Pada akhirnya, diskursus ini bukan hanya tentang mereka melainkan tentang kita. Karena di setiap persimpangan hidup, manusia selalu berdiri di batas yang sama: menjadi makhluk yang mendekat pada cahaya, atau perlahan menjelma dalam jejak langkah setan
“Ketika Kehendak Menentukan Arah: Membaca Ulang Makna Jin, Setan, dan Iblis”
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin