TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

Pemprov Jatim Siap Usulkan KEK Tembakau Madura ke Pemerintah Pusat

Ukuran huruf
Print 0
Khofifah saat menerima Surat Bersama para bupati se-Madura serta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura dalam pertemuan yang berlangsung usai rangkaian kegiatan haul di Pondok Pesantren Banyuanyar, Minggu (8/3/2026). (Foto: GKSBASRA.COM)
PAMEKASAN, GKSBASRA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmennya untuk menjadi pengusul resmi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Madura.

Pernyataan itu disampaikan Khofifah saat menerima Surat Bersama para bupati se-Madura beserta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura. Penyerahan dokumen tersebut berlangsung usai rangkaian kegiatan haul di Pondok Pesantren Banyuanyar, Minggu (8/3).

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mengambil peran penting dalam mempercepat pembangunan kawasan Madura melalui konsep kawasan ekonomi khusus yang berbasis pada potensi tembakau dan industri turunannya.

Menurut Khofifah, Madura memiliki potensi ekonomi yang besar, khususnya di sektor tembakau. Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu mempercepat pengembangan ekonomi kawasan agar potensi tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura dan kita siap menjadi pengusul dan akan memperjuangkan ini sampai tuntas. Madura memiliki potensi yang sangat besar dan perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” ujar Khofifah.

Ia menambahkan bahwa gagasan KEK Tembakau Madura juga sejalan dengan visi pembangunan inklusif yang selama ini diusung Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yaitu memastikan seluruh wilayah mendapatkan kesempatan pembangunan yang sama.

“Ini juga bagian dari upaya kita memastikan pembangunan berjalan adil dan merata. Seperti yang sering disampaikan Pak Wagub Emil, ‘no one left behind’. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” katanya.

Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Khofifah menugaskan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak untuk melakukan kajian lebih mendalam serta menyiapkan berbagai kebutuhan teknis dan administratif yang diperlukan dalam proses pengajuan KEK kepada pemerintah pusat.

“Saya meminta Pak Wagub untuk melakukan kajian lebih lanjut dan menyiapkan semua yang diperlukan agar proses pengusulan KEK Tembakau Madura dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa pengembangan KEK di Madura tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi untuk melindungi sekaligus mentransformasi struktur ekonomi daerah.

“KEK ini penting sebagai bagian dari proteksi dan transformasi wilayah, agar potensi ekonomi Madura—terutama pada sektor tembakau dan industri turunannya—dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi arahan tersebut, Emil Dardak menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti usulan tersebut dengan melakukan kajian komprehensif agar seluruh persyaratan pengusulan KEK dapat dipenuhi secara matang.

“Kami akan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur dengan melakukan kajian lebih lanjut agar seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pengusulan KEK dapat disiapkan secara matang,” ujarnya.

Emil menilai keberadaan KEK Tembakau Madura nantinya tidak hanya akan mendorong masuknya investasi, tetapi juga dapat membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat bagi masyarakat setempat.

“Konsep KEK ini tidak hanya bicara tentang investasi, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut juga hadir Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin yang menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak untuk mendukung pembangunan kawasan ekonomi daerah.

“Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan stabilitas dan kolaborasi semua pihak. Jika seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergerak bersama, maka program-program strategis seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura dari Komunitas Muda Madura (KAMURA), Subairi Muzakki, menyebut penyerahan dokumen tersebut merupakan hasil konsolidasi para kepala daerah di Madura sekaligus aspirasi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa selama ini Madura dikenal sebagai salah satu sentra produksi tembakau nasional, namun nilai tambah ekonomi dari industri tersebut masih banyak dinikmati di luar daerah.

“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kita ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

Subairi juga menyampaikan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting bagi masyarakat Madura untuk mewujudkan KEK Tembakau sebagai model pembangunan kawasan yang lebih adil dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, respon Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan seluruh pihak yang hadir sangat positif. Ini menjadi energi besar bagi masyarakat Madura untuk terus memperjuangkan lahirnya KEK Tembakau Madura sebagai jalan percepatan pembangunan kawasan,” pungkasnya.
Pemprov Jatim Siap Usulkan KEK Tembakau Madura ke Pemerintah Pusat
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin