SITUBONDO — Kapokdar Kamtibmas Bhayangkara Polres Situbondo, Haji Ismail, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, Sabtu (7/3/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi penimbunan gas LPG 3 kilogram yang berpotensi memicu kelangkaan di tengah masyarakat.
Dalam pengecekan langsung di lokasi, Haji Ismail meninjau ketersediaan tabung gas LPG bersubsidi serta memantau proses distribusinya kepada masyarakat. Ia juga berdialog dengan pengelola SPBU guna memastikan pola penyaluran gas berjalan sesuai ketentuan.
Haji Ismail mengatakan, dari hasil pengecekan di lapangan tidak ditemukan indikasi adanya praktik penimbunan tabung gas LPG 3 kilogram.
“Kami melakukan sidak untuk memastikan distribusi gas LPG 3 kilogram berjalan normal. Dari hasil pengecekan langsung di SPBU Lamongan Arjasa, tidak ditemukan adanya penimbunan,” kata Haji Ismail.
Menurut dia, pengawasan semacam ini penting dilakukan untuk memastikan gas LPG bersubsidi benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak, khususnya rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.
Selain memeriksa ketersediaan stok gas, Haji Ismail juga mengamati aktivitas masyarakat di sekitar SPBU. Ia menyebut situasi pelayanan di lokasi terpantau normal tanpa adanya antrean panjang.
“Kami melihat langsung aktivitas masyarakat. Tidak ada antrean panjang, artinya distribusi gas berjalan lancar dan stok masih mencukupi,” ujarnya.
Sementara itu, pengawas SPBU Lamongan Arjasa, Sunanto, menjelaskan bahwa pasokan gas LPG 3 kilogram di tempatnya berasal dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Kapongan.
Menurut Sunanto, SPBU Lamongan setiap hari menerima kiriman sekitar 50 tabung gas LPG dari SPBE Kapongan.
“Pasokan datang rutin setiap hari sekitar 50 tabung. Selama ini distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat terpenuhi,” kata Sunanto.
Ia juga memastikan kondisi pelayanan di SPBU Lamongan tetap terkendali. Baik distribusi bahan bakar minyak (BBM) maupun gas LPG berlangsung normal tanpa menimbulkan antrean panjang.
Gas LPG 3 kilogram merupakan komoditas bersubsidi yang sangat dibutuhkan masyarakat kecil. Karena itu, pengawasan terhadap distribusinya menjadi penting guna mencegah potensi penyimpangan, termasuk praktik penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga di tingkat pengecer.
Dalam kesempatan tersebut, Haji Ismail juga mengimbau masyarakat agar menggunakan gas LPG bersubsidi sesuai peruntukannya.
Menurut dia, tabung gas ukuran 3 kilogram seharusnya digunakan oleh rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha kecil.
“Kami berharap masyarakat menggunakan LPG sesuai peruntukannya agar distribusinya tetap tepat sasaran,” kata dia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi distribusi gas LPG di lingkungan masing-masing dan melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi penimbunan atau penjualan yang tidak wajar.
Haji Ismail berharap kondisi distribusi gas LPG di wilayah Arjasa dan sekitarnya dapat terus terjaga sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh energi bersubsidi tersebut.
“Alhamdulillah dari hasil sidak hari ini, distribusi gas LPG masih aman dan terkendali. Semoga kondisi ini terus terjaga,” ujarnya.
0Komentar