TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

Gus Lilur Gagas E-PARSIA, Ekspedisi Pasar Rokok untuk Dongkrak Harga Tembakau Petani

Ukuran huruf
Print 0
Bandar Rokok Nusantara Grup (BARON Grup) yang menggagas program Ekspedisi Pasar Rokok Asia–Australia (E-PARSIA) 
GKSBASRA.COM – Upaya memperluas pasar tembakau Indonesia terus didorong oleh pelaku industri nasional. Salah satunya dilakukan oleh Bandar Rokok Nusantara Grup (BARON Grup) yang menggagas program Ekspedisi Pasar Rokok Asia–Australia (E-PARSIA) sebagai langkah membuka peluang pasar baru bagi produk rokok berbahan baku tembakau Indonesia.

Program tersebut digagas oleh Founder sekaligus Owner BARON Grup, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy yang akrab disapa Gus Lilur. Ia menilai bahwa potensi tembakau Indonesia sangat besar karena ditopang oleh jutaan petani yang menggantungkan hidup pada komoditas tersebut.

Menurut Gus Lilur, selama ini produksi tembakau nasional tergolong melimpah. Namun kondisi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan para petani tembakau di berbagai daerah.

Ia menyebutkan bahwa masih banyak petani yang menjual hasil panen dengan harga yang belum mampu meningkatkan taraf hidup mereka secara signifikan. Karena itu, diperlukan upaya konkret untuk memperluas pasar agar permintaan terhadap tembakau nasional meningkat.

“Sudah saatnya kita menjadi tuan di negeri sendiri. Hasil tembakau yang ditanam oleh jutaan petani Indonesia harus dihargai dengan layak,” ujar Gus Lilur dalam keterangannya.

Menurutnya, salah satu kunci untuk meningkatkan harga tembakau adalah memperkuat pasar rokok berbahan baku tembakau Indonesia di tingkat global. Dengan pasar yang lebih luas, daya serap terhadap hasil panen petani juga diharapkan semakin besar.

Melalui program E-PARSIA, BARON Grup menargetkan ekspedisi pasar rokok ke sejumlah negara di kawasan Asia hingga Australia. Beberapa negara yang menjadi sasaran awal antara lain Malaysia, Filipina, Hong Kong, China, Thailand, Vietnam, Kamboja, serta Australia.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka jalur perdagangan baru sekaligus memperkenalkan produk rokok berbahan baku tembakau Indonesia di pasar internasional. Jika pasar berkembang, permintaan terhadap tembakau petani Indonesia juga diprediksi meningkat.

Tidak hanya berhenti di kawasan Asia dan Australia, ekspedisi pasar ini juga direncanakan akan diperluas ke wilayah Eropa bahkan Amerika pada tahap berikutnya.

Gus Lilur menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya memperjuangkan kesejahteraan petani tembakau Indonesia yang selama ini menjadi tulang punggung industri hasil tembakau nasional.

“Harapannya, tembakau hasil kerja keras jutaan petani Indonesia bisa memiliki pasar yang lebih luas dan memberikan kesejahteraan yang lebih baik. Ini juga bagian dari semangat mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Gus Lilur Gagas E-PARSIA, Ekspedisi Pasar Rokok untuk Dongkrak Harga Tembakau Petani
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin