![]() |
| Petugas gabungan saat melakukan asesmen di lokasi bencana alam puting beliung, Selomukti, Mlandingan Kabupaten Situbondo, Selasa(13/1/2026). (Foto: Gksbasra.com) |
Koordinator Pusdalops PB BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono atau yang akrab disapa Ipong, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan, bencana dipicu oleh cuaca ekstrem berupa angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba di wilayah pesisir.
“Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB disertai hujan gerimis. Dampaknya cukup signifikan karena merusak atap rumah warga, baik genteng maupun asbes,” ujar Ipong saat dikonfirmasi, Selasa sore.
Ipong menjelaskan, lokasi terdampak berada di RT 001 dan RT 002 RW 001 Dusun Krajan Pesisir, Desa Selomukti. Berdasarkan pendataan awal, total terdapat 16 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
“Dari hasil assessment sementara, satu rumah mengalami rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak ringan. Total rumah terdampak sebanyak 16 unit,” jelasnya.
Ia menegaskan, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. “Alhamdulillah, tidak ada korban meninggal maupun luka-luka. Semua warga dalam kondisi selamat,” tegas Ipong.
Kerusakan terparah dialami rumah milik P. Rasul di RT 002 RW 001 dengan kondisi atap asbes berjatuhan dan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp3,5 juta. Sementara rumah lainnya rata-rata mengalami kerusakan ringan hingga sedang dengan kerugian berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Menurut Ipong, setelah menerima laporan dari warga, petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Tim yang datang terdiri dari BPBD, Tagana Dinas Sosial, aparat kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan.
“Kami langsung mendatangi lokasi, melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan awal,” ungkapnya.
Selain pendataan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat terjadi angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi. Segera cari tempat aman jika kondisi cuaca memburuk,” kata Ipong.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Situbondo akan melakukan tahap Jitupasna atau pengkajian kebutuhan pascabencana. “Setelah Jitupasna, kami akan mengupayakan penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” tambahnya.
Ipong menjelaskan, lokasi terdampak berada di RT 001 dan RT 002 RW 001 Dusun Krajan Pesisir, Desa Selomukti. Berdasarkan pendataan awal, total terdapat 16 rumah warga yang mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
“Dari hasil assessment sementara, satu rumah mengalami rusak berat, tiga rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak ringan. Total rumah terdampak sebanyak 16 unit,” jelasnya.
Ia menegaskan, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. “Alhamdulillah, tidak ada korban meninggal maupun luka-luka. Semua warga dalam kondisi selamat,” tegas Ipong.
Kerusakan terparah dialami rumah milik P. Rasul di RT 002 RW 001 dengan kondisi atap asbes berjatuhan dan taksiran kerugian mencapai sekitar Rp3,5 juta. Sementara rumah lainnya rata-rata mengalami kerusakan ringan hingga sedang dengan kerugian berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Menurut Ipong, setelah menerima laporan dari warga, petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Tim yang datang terdiri dari BPBD, Tagana Dinas Sosial, aparat kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, serta relawan kebencanaan.
“Kami langsung mendatangi lokasi, melakukan kaji cepat, pendataan kerusakan, serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan awal,” ungkapnya.
Selain pendataan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Pasalnya, kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Kabupaten Situbondo.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat terjadi angin kencang dan hujan dengan intensitas tinggi. Segera cari tempat aman jika kondisi cuaca memburuk,” kata Ipong.
Sebagai tindak lanjut, BPBD Situbondo akan melakukan tahap Jitupasna atau pengkajian kebutuhan pascabencana. “Setelah Jitupasna, kami akan mengupayakan penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi warga terdampak,” tambahnya.
Hingga Selasa petang, kondisi cuaca di wilayah Desa Selomukti dilaporkan cerah berawan. Meski demikian, BPBD bersama Tagana terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.

0Komentar