![]() |
| Ilustrasi koruptor berlindung dibalik agama |
GKSBASRA.COM - Isu dugaan korupsi kuota haji kembali mencuat ke ruang publik. Sejumlah pihak mendesak agar aliran dana yang diduga terkait dengan praktik tersebut segera dibuka secara transparan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Transparansi dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan institusi negara.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), HRM. Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur meyakini bahwa aparat penegak hukum telah memiliki data awal yang kuat.
Menurutnya, sinergi antara KPK dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menjadi kunci utama dalam mengungkap perkara tersebut.
“KPK dan PPATK pasti sudah memiliki bukti aliran dana ini,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Gus Lilur juga menyinggung kemungkinan keterlibatan tokoh tertentu apabila memang terdapat bukti hukum yang sah. Ia menyebut nama Yahya Cholil Staquf dalam konteks penegakan hukum yang adil dan terbuka.
“Jika Yahya Cholil Staquf menerima aliran dana korupsi kuota haji, maka proses hukum harus berjalan sebagaimana mestinya,” katanya.
Lebih lanjut, Gus Lilur menyampaikan sikap warga Nahdlatul Ulama (NU) yang, menurutnya, menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keterbukaan. Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan terhadap siapa pun.
“Para kiai NU dan seluruh warga NU mempersilakan KPK memeriksa siapa saja, termasuk Yahya Cholil Staquf, jika memang ada dasar hukumnya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penegakan hukum tidak boleh tebang pilih, apalagi berlindung di balik jabatan, organisasi, maupun simbol keagamaan. Menurut Gus Lilur, ketegasan hukum justru menjadi cara menjaga marwah institusi keagamaan dan kepercayaan umat.
Menutup pernyataannya, Gus Lilur menyerukan nilai keadilan sosial sebagai pijakan bersama. “Salam Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Kami warga NU menolak kyai munafik dan mendukung penuh pemberantasan korupsi tanpa kompromi,” pungkasnya.

0Komentar