SITUBONDO – Di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman keterbatasan air pertanian, setiap tetes air memiliki arti besar bagi keberlangsungan kehidupan petani. Program Irigasi Perpompaan (IRPOM) hadir sebagai salah satu ikhtiar pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya membantu petani mendapatkan akses air di wilayah yang belum sepenuhnya didukung jaringan irigasi permanen.
Namun, di balik harapan besar terhadap program tersebut, muncul satu pesan penting dari masyarakat Kabupaten Situbondo: pembangunan yang bersumber dari anggaran negara harus berjalan seiring dengan keterbukaan informasi publik.
Rahwini, warga Situbondo yang memperhatikan perkembangan sektor pertanian, menilai IRPOM merupakan program strategis yang memiliki nilai manfaat besar bagi petani. Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya diukur dari keberadaan sarana fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mengetahui, memahami, dan ikut mengawasi proses pelaksanaannya.
“Program pemerintah harus bisa diketahui dan diawasi masyarakat. Transparansi menjadi kunci agar kepercayaan publik tetap terjaga,” ujar Rahwini.
Air, Petani, dan Harapan Ketahanan Pangan
Bagi dunia pertanian, air bukan sekadar kebutuhan teknis, melainkan faktor utama yang menentukan keberhasilan produksi.
Irigasi Perpompaan atau IRPOM merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan mesin pompa untuk mengalirkan air dari sumber tertentu menuju lahan pertanian. Program ini menjadi salah satu solusi ketika petani menghadapi persoalan keterbatasan air, terutama pada musim kemarau.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap produktivitas lahan meningkat, masa tanam dapat diperpanjang, serta produksi pangan tetap terjaga.
Bagi petani, keberadaan fasilitas irigasi perpompaan dapat menjadi pembeda antara lahan yang tetap produktif dan lahan yang harus menunggu datangnya musim hujan.
Bukan Sekadar Pembangunan, Tetapi Amanah Publik
Menurut Rahwini, setiap program yang menggunakan anggaran negara memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena melibatkan kepentingan masyarakat luas.
Ia menilai keterbukaan informasi menjadi bagian penting agar masyarakat mengetahui bahwa pembangunan tersebut merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk kepentingan petani.
Salah satu bentuk keterbukaan yang sering menjadi perhatian masyarakat adalah keberadaan papan informasi kegiatan.
Papan informasi proyek memiliki fungsi sebagai jendela publik untuk mengetahui identitas pekerjaan, sumber pendanaan, pelaksana kegiatan, serta informasi dasar lainnya.
“Kalau informasi kegiatan terlihat jelas, masyarakat bisa memahami bahwa itu adalah program pemerintah. Kalau tidak ada informasi, sebagian warga bisa saja mengira kegiatan tersebut merupakan pekerjaan pribadi,” ungkapnya.
Meski demikian, Rahwini menegaskan bahwa tidak adanya papan informasi bukan berarti secara langsung menunjukkan adanya pelanggaran. Menurutnya, hal tersebut lebih kepada pentingnya komunikasi dan keterbukaan agar tidak muncul kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pengawasan Publik Sebagai Bagian dari Pembangunan
Dalam sistem pemerintahan yang terbuka, masyarakat bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga memiliki peran sebagai bagian dari pengawasan sosial.
Masyarakat dapat memperoleh informasi melalui kelompok tani penerima bantuan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), maupun instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam pendampingan program.
Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan bukan bertujuan mencari kesalahan, melainkan memastikan program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata.
Sebab, program pertanian yang baik bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya benar-benar sampai kepada petani.
Sinergi Banyak Pihak Menentukan Keberhasilan
Program ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, kelompok tani, penyuluh, masyarakat, serta unsur pendamping lainnya.
Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting agar sarana yang dibangun tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu berfungsi secara berkelanjutan.
Keberhasilan IRPOM pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh mesin pompa yang terpasang, melainkan dari bagaimana fasilitas tersebut dikelola dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Transparansi, Ukuran Kepercayaan Terhadap Program Pemerintah
Program IRPOM membawa harapan besar bagi sektor pertanian. Namun, kepercayaan masyarakat terhadap sebuah program pemerintah juga tumbuh dari keterbukaan dan komunikasi yang baik.
Transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Di Situbondo, harapan warga sederhana: program yang hadir untuk petani benar-benar dapat diketahui, diawasi, dan dirasakan manfaatnya.
Karena pada akhirnya, setiap rupiah anggaran publik bukan hanya angka dalam laporan, tetapi merupakan amanah yang harus kembali menjadi manfaat bagi masyarakat.
0Komentar