TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

Pisah Kenang Kapolsek Kapongan AKP Sukamto S.Pd: Harmoni Pengabdian dan Persaudaraan Menjelang Purna Tugas

Ukuran huruf
Print 0
Situbondo - Di tengah denyut jalur Pantura yang tak pernah benar-benar sunyi, sebuah momen penuh makna berlangsung hangat di kawasan Tokelan, Panji, Rabu (22/4/2026). Siang itu, bukan sekadar jamuan makan tersaji, melainkan ruang perjumpaan emosional: pisah kenang menjelang purna tugas seorang perwira yang telah menapaki pengabdian panjang dalam senyap AKP Sukamto S.Pd.

Acara yang diinisiasi oleh Haji Ismail, tokoh penggerak Kamtibmas di lingkungan Bhayangkara Polres Situbondo, mempertemukan sejumlah rekan, sahabat, dan unsur masyarakat dalam suasana yang jauh dari sekat formalitas. Tidak ada jarak struktural, tidak ada protokoler kaku yang hadir hanyalah relasi yang tumbuh dari waktu, pengalaman, dan kepercayaan.

Kapolsek kapongan, AKP Sukamto, yang akan memasuki masa pensiun pada Mei 2026, tampak lebih sebagai sosok sahabat ketimbang figur aparat. Dalam perjalanan kariernya, ia tidak hanya menjalankan fungsi keamanan, tetapi juga merawat pendekatan humanis membangun kedekatan yang menjadikan kehadirannya diterima, bukan sekadar dihormati.

Dalam suasana yang menghangat, Haji Ismail menyampaikan satu kalimat sederhana yang justru menjadi inti dari seluruh pertemuan itu:

“Pertemanan kita bukan karena jabatan. Ini adalah ikatan lahir dan batin yang tidak lekang oleh waktu maupun posisi.”

Kalimat tersebut menggantung di udara, mengendap dalam kesadaran kolektif para hadirin. Ia bukan sekadar sambutan, melainkan penegasan bahwa relasi yang terbangun selama ini telah melampaui struktur menjadi bagian dari kehidupan.

Jamuan makan yang tersaji sederhana berubah menjadi medium penyatu. Tawa pecah di sela cerita lama, kenangan kembali dihidupkan, dan waktu seolah melambat memberi ruang bagi setiap orang untuk menyadari bahwa momen seperti ini tidak datang dua kali.

Lebih dari sekadar perpisahan, pertemuan ini menjelma refleksi tentang makna pengabdian. Bahwa seragam pada akhirnya akan dilepas, jabatan akan ditinggalkan, namun nilai kemanusiaan yang ditanamkan itulah yang akan bertahan paling lama.

Menjelang akhir, suasana menjadi lebih tenang. Tidak ada seremoni berlebihan, hanya jabat tangan yang lebih lama dari biasanya, tatapan yang menyimpan banyak cerita, dan kesadaran diam-diam bahwa sebuah fase telah sampai di ujungnya.

Pisah kenang ini bukan tentang kehilangan, melainkan tentang merawat ingatan.

Sebab ketika seragam itu benar-benar ditanggalkan, yang tersisa bukan pangkat melainkan jejak kemanusiaan yang telah hidup di hati banyak orang.
Pisah Kenang Kapolsek Kapongan AKP Sukamto S.Pd: Harmoni Pengabdian dan Persaudaraan Menjelang Purna Tugas
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin