TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

Gus Lilur Bertemu Pionir Ekspor Rokok Madura, Mantapkan Mimpi Tembus Pasar Asia

Ukuran huruf
Print 0
Ilustrasi situasi diskusi para pengusaha rokok dan pionir rokok madura. (Ilustrasi: GKSBASRA.COM/ChatGPT)

PAMEKASAN, GKSBASRA.COM - HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, menegaskan keseriusannya membangun industri rokok Madura berkelas internasional setelah bertemu dengan pionir ekspor rokok Madura yang selama ini dikenal sebagai satu-satunya eksportir rokok Madura legal ke pasar Asia dan Eropa.

Pertemuan tersebut bermula dari kegelisahan Gus Lilur atas keawamannya dalam proses ekspor rokok. Melalui perantara pejabat Bea Cukai, ia kemudian diperkenalkan dengan sosok pengusaha rokok berpengalaman yang telah lebih dulu menembus pasar global dengan produk rokok khas Madura.

“Saya ini jujur masih awam soal ekspor rokok. Dari situ saya dikenalkan oleh Bea Cukai kepada beliau, yang ternyata adalah pionir ekspor rokok Madura ke Asia dan Eropa, dan sampai hari ini masih satu-satunya yang ekspor secara legal,” ujar Gus Lilur kepada wartawan.

Pengusaha yang enggan dipublikasikan namanya itu diketahui berasal dari Lombok Timur, menikah dengan perempuan asal Madura, dan kini menetap di Pamekasan. Sementara fasilitas pabrik rokoknya beroperasi di dua wilayah, yakni Sumenep dan Pamekasan.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Lilur mengaku memperoleh banyak wawasan strategis. Mulai dari karakter tembakau Madura, racikan saus rokok, manajemen pabrik, hingga tata kelola ekspor rokok yang sesuai regulasi nasional dan internasional.

“Dari beliau saya belajar banyak hal. Bukan cuma soal tembakau dan saus rokok, tapi juga bagaimana membangun pabrik rokok yang benar dan bagaimana ekspor itu dijalankan secara legal dan berkelanjutan,” tutur Gus Lilur.

Ia menyebut salah satu merek rokok yang telah berhasil dipasarkan di dalam negeri sekaligus diekspor adalah EXODUS. Produk tersebut dinilai menjadi bukti bahwa rokok Madura memiliki kualitas dan daya saing untuk masuk pasar internasional.

Dalam dialog yang berlangsung intens, Gus Lilur secara terbuka menyampaikan visi besarnya. Ia mengaku tidak ingin berhenti pada skala nasional, melainkan membidik pasar Asia secara serius.

“Saya sampaikan mimpi saya secara jujur kepada beliau. Saya ingin menjadi pengusaha rokok terbesar di Asia, bukan hanya di Indonesia,” ungkap Gus Lilur.

Menurut Gus Lilur, sang pionir ekspor rokok Madura juga memaparkan kondisi riil industri rokok di Madura. Meski jumlah pabrik rokok cukup banyak, tidak semuanya mampu menembus pasar nasional, apalagi ekspor.

“Beliau bilang, pabrik rokok di Madura memang banyak, tapi yang bisa menembus pasar nasional saja tidak banyak, apalagi pasar ekspor. Ini soal kualitas, konsistensi, jaringan, dan legalitas,” jelasnya.

Diskusi semakin berkembang ketika Gus Lilur menceritakan bahwa dirinya telah memiliki jaringan pasar rokok yang eksis di sembilan negara Asia. Fakta tersebut disebut membuat mitra diskusinya cukup terkejut sekaligus tertarik.

“Beliau cukup kaget ketika saya sampaikan bahwa jaringan pasar yang saya miliki sudah ada di sembilan negara Asia. Dari situ diskusi kami makin serius dan akhirnya kami sepakat untuk bekerja sama,” kata Gus Lilur.

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman sang pengusaha di Pamekasan dan berakhir menjelang tengah malam, tepat pukul 23.55 WIB. Gus Lilur mengakhiri diskusi karena melihat tuan rumah mulai kelelahan, meski masih antusias melanjutkan pembicaraan.

Menariknya, saat diminta untuk berfoto bersama, sang pionir ekspor rokok Madura secara khusus meminta agar namanya tidak dipublikasikan. Permintaan tersebut disanggupi oleh Gus Lilur.

“Beliau minta namanya tidak dipublikasikan, dan saya hormati itu. Yang terpenting bagi saya bukan soal nama, tapi bagaimana mimpi besar rokok Madura bisa benar-benar menembus pasar Asia dan dunia,” pungkas Gus Lilur.
Gus Lilur Bertemu Pionir Ekspor Rokok Madura, Mantapkan Mimpi Tembus Pasar Asia
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin