![]() |
| Kolam renang dadakan di area alun- alun Kota Probolinggo |
PROBOLINGGO, GKSBASRA.COM - Penataan dan pembangunan kawasan Alun-alun Kota Probolinggo justru menuai sorotan publik. Setiap kali hujan turun dengan intensitas sedang hingga tinggi, sejumlah titik di sekitar kawasan tersebut dilaporkan tergenang air, memicu keluhan dari warga.
Pantauan di lapangan menunjukkan, genangan yang muncul cukup luas dan dalam sehingga mengganggu aktivitas masyarakat. Pengendara sepeda motor harus memperlambat laju kendaraan untuk menghindari cipratan dan potensi mogok, sementara pejalan kaki terpaksa mencari jalur lain agar tidak menerobos air yang menggenang.
Kondisi ini pun memicu sindiran dari warga. Mereka menyebut kawasan alun-alun yang baru direvitalisasi itu kini berubah layaknya “kolam renang dadakan” setiap kali hujan mengguyur.
“Kalau hujan turun, alun-alun bukan cuma jadi tempat wisata, tapi seperti kolam renang. Airnya menggenang lama dan tidak cepat surut,” ujar Andis, salah seorang warga yang melintas di lokasi, Sabtu (10/1/26).
Warga menilai situasi tersebut ironis, mengingat proyek revitalisasi Alun-alun Kota Probolinggo menelan anggaran hingga Rp 8,7 miliar. Mereka berharap pembangunan itu dibarengi dengan sistem drainase yang memadai agar tidak menimbulkan persoalan baru.
“Percuma alun-alunnya terlihat bagus kalau setiap hujan malah kebanjiran. Seharusnya saluran air juga diperhatikan, jangan asal jadi,” tambahnya.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo, Setyo Rini Sayekti, menjelaskan bahwa genangan terjadi akibat tingginya curah hujan yang bersamaan dengan kondisi air laut pasang.
“Saat ini curah hujan memang tinggi dan bersamaan dengan air laut yang pasang, sehingga di beberapa titik terjadi genangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek revitalisasi alun-alun masih dalam masa pemeliharaan, sehingga pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase yang ada.
“Kami akan cek kembali sistem drainasenya. Dikhawatirkan masih ada material yang tertinggal di gorong-gorong sehingga menghambat aliran air,” pungkasnya.

0Komentar