TpOlTpAoBUMoTUOlGpC0GUd7GA==
Breaking
News

Harga Emas Diprediksi Bergerak Volatil Pekan Depan

Ukuran huruf
Print 0

Ilustrasi prediksi harga emas pekan depan
BISNIS, GKSBASRA.COM - Harga emas diperkirakan akan bergerak volatil namun tetap cenderung menguat dalam sepekan ke depan, baik di pasar global maupun domestik. Sentimen ketidakpastian ekonomi dunia serta minat investor terhadap aset safe haven masih menjadi faktor utama yang menopang pergerakan harga emas, termasuk emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam).

Di pasar internasional, harga emas dunia saat ini masih bertahan di level tinggi di atas US$4.300 per troy ounce. Kondisi tersebut mencerminkan kuatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Analis global menilai bahwa konflik geopolitik yang masih berlangsung di sejumlah kawasan menjadi katalis utama penguatan harga emas dunia. Situasi ini mendorong investor global mengalihkan portofolionya ke aset yang dinilai lebih aman, sehingga permintaan emas tetap terjaga.

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat juga menjadi perhatian utama pelaku pasar. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve memberikan sentimen positif bagi harga emas karena dapat menekan imbal hasil aset berbasis dolar AS.

Dari sisi teknikal, harga emas dunia diperkirakan bergerak dalam rentang konsolidasi dengan kecenderungan menguat. Level support kuat berada di kisaran US$4.200 per troy ounce, sementara area resistance diperkirakan berada di sekitar US$4.400 per troy ounce jika momentum bullish berlanjut.

Sementara itu, di pasar domestik, pergerakan harga emas Antam masih sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia dan fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. Selama harga emas global bertahan tinggi dan Rupiah berada di bawah tekanan, harga emas Antam berpotensi tetap bergerak menguat.

Sejumlah analis memproyeksikan harga emas Antam akan bergerak di kisaran Rp2.200.000 hingga Rp2.390.000 per gram dalam sepekan ke depan. Level Rp2.200.000 per gram dipandang sebagai area support kuat, sementara area di atas Rp2.390.000 per gram berpotensi menjadi resistance teknikal.

Permintaan emas fisik di dalam negeri juga dinilai masih solid. Meningkatnya harga buyback emas Antam menunjukkan bahwa minat investor ritel dan institusi terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai masih cukup tinggi.

Namun demikian, pelaku pasar tetap diingatkan akan potensi volatilitas jangka pendek. Rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi dan data ketenagakerjaan, dapat memicu pergerakan harga emas dunia yang cepat dan berdampak langsung pada harga emas Antam.

Selain itu, aksi ambil untung oleh investor setelah harga emas mencetak level tinggi juga berpotensi menekan harga dalam jangka pendek. Meski begitu, koreksi yang terjadi dinilai masih bersifat teknikal dan terbatas selama tren utama tetap terjaga.

Dalam jangka menengah, prospek emas masih dinilai positif. Selama ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik belum mereda, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor untuk menjaga nilai aset.

Bagi investor, pengelolaan risiko tetap menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan harga emas pekan ini. Investor disarankan mencermati level teknikal, pergerakan harga emas dunia, serta dinamika nilai tukar Rupiah guna mengantisipasi peluang maupun risiko yang muncul.

Harga Emas Diprediksi Bergerak Volatil Pekan Depan
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin